Mereka Becerita tentang Keluarga…

Inilah catatan mereka, cerita tentang keluarga…

Berpacu dengan Waktu

Nama saya lulu Wulandari. Ayah saya bernama Bp Sarno dan Ibu saya bernama Ibu Erni. Ayah saya sekarang sedang di berada di Batam untuk mencari nadkah untuk kami. Ibu saya juga lagi bekerja, beliu berdua mencari nafkah untuk saya dan adik saya. Untuk sekolah, untuk makan, untuk jajan, dan masih banyak keperluan kami berdua. Saya bingung kenapa adik saya tidak boleh tinggal bersama saya. Dan saya juga takut kalau adik saya menjadi nakal. Setiap liburan saya berlibur ke Purbolinggo ke rumah simbah saya. Disana saya juga menjenguk adik saya yang berumur 6 tahun.
17 maret 2009 ibu saya pulang untuk merayakan ulang tahun adik saya yang ke 6. ibu saya pulang tapi bapak saya tidak dapat pulang karena masih banyak pekerjaan. Tapi saya kurang senang karena kami belum dapat berkumpul seperti dulu lagi..

Namaku Akhmad Maulana. Nama ibuku Karni dan nama ayahku Sunarto. Ibuku seorang pedagang sayur dan pekerjaan ayahku adalah seorang pegangguran karena ayahku menderita penyakit hernia dan akan di operasi hari senin besok. Nama adikku Siti Zulaikhah. Ia baru kelas 2 Sd tai aku sangat sayang padanya. Ibu juga sangat sayang padaku. Aku sangat sayang kepada keluargaku terutama Ibu. Ibu yang menghidupi keluarga dengan rasa ikhlas. Dan aku juga sangat sayang kepada ayahku karena ia selalu menjagaku disaat Ibu sedang bekerja. Itulah aku dan keluargaku.

Nama saya Ibnu Mabrur. Nama bapak saya Kunto Sobirin dan ibu saya Rinem. Pekerjaan bapak saya buruh dan ibu saya pembantu rumah tangga. Alamat rumah saya Krandegan Rt 1/ Rw 09 kecamatan Banjarnegara. Saya dulu sekolah di SD Negeri Krandegan. Sifat ayah saya keras dan sering marah-marah. Sifat ibu saya baik dan sayang kepada saya. Saya selalu mencari kayu baker untuk masak ibu. Tapi ayah saya sekarang sudah tidak bekerja lagi dan selalu dirumah, yang bekerja adalah ibu dan kakak saya. Saya selalu berdoa kepada Allah yang maha Esa dan semoga doaku dikabulkannya.

Namaku Riyanti. Aku mempunyai seorang Ibu yang sangat sayang sama aku. Sedangkan ayahku meninggal waktu umurku dua tahun. Aku tidak tinggal sama ibuku karena ibuku tidak mampu membiayai aku sekolah. Jadi aku dimasukkan ke panti asuhan agar aku bisa sekolah, biar aku tidak seperti kakak-kakakku yang tidak disekolahkan. Kakakku semuanya sudah menikah, walaupun sudha menikah mereka masih tetap sayang sama aku. Sekarang aku juga lagi kangen banget sama ibuku dan mungkin ibuku juga kangen sama aku karena aku anak yang paling disayang dari kecil hingga sekarang. Kakaku juga disayang tapi nggak seperti aku sekarang. Dan aku baru sadar Bahwa aku sangat dicintai dan disayang oleh orang tuaku dan sa saudara-saudaraku yang kini sudah mempunyai rumah sendiri-sendiri.

Nama saya Dian Apriliani. Nama ayah saya Subandrio dan nama ibu saya Sarifah. Bapak saya berjualan makanan di pasar pagi. Ibu saya bekerja di salon. Rumah saya di Krandegan Rt 1 Rw 3 Banjarnegara. Saya tinggal bersama kedua orang tua, kakak, adik, nenek, dan kakek. Saya mempunyai tiga orang kakak dan satu orang adik. Kaka saya yang pertama bernama Dewi dan dia sekarang bekerja di Karawang Jawa Barat. Kaka saya yang kedua bernama Candra, dia sekarang kelas 2 SMK. Kaka saya yang ketiga bernama Ian, dia sekarnag kelas 2 SMP. Kak saya yang ke tiga ini mempunyai sifat konyol tapi sedikit pendiam dan pemalu. Dan adik saya bernama Amel, dia berumur 4 bulan. Saya sangat sayang kepada adik saya, karena dia sangat lucu dan menggemaskan.
Ayah saya setiap pagi menyiapkan air untuk mandi saya. Sedangkan ibu saya menyiapkan sarapan pagi. Sepulang sekolah saya ganti baju, makan, shalat, dan istirahat sebentar. Ibu saya sehari-hari bekerja di salon mulai pukul 09.00 dan pulang pukul 17.00.

Nama saya Anisa Herli Taqwatun. Nama bapak saya Darsono. Pekerjaan ayah saya adalah buruh. Kalau tidak bekerja ayah saya mencari kayu baker. Dan ibu saya bernama Hartinah. Pekerjaan ibu saya adalah pembantu rumah tangga. Tapi walau hanya seorang buruh dan pembantu rumah tangga aku tetap bangga mempunyai orang tua seperti mereka. Karena mereka aku bisa sekolah dan tumbuh dewasa seperti sekarang ini.

Nama saya Agustina Supriati. Ayah saya bernama Slamet Sumarto dan ibu saya bernama Suparni. Ayah saya bekerja sebagai pedagang dan ibu saya ibu rumah tangga dan pedagang. Alamat orang tua saya di Krandegan, Sidomukti Rt 03 Rw IX. Kami keluarga yang sederhana. Saya mempunyai satu kakak dan satu adik. Kami hidup dengan rasa sedih dan bahagia. Sedihnya kami tidak bisa mempunyai listrik sendiri. Kami hanya menyalur ke orang lain. Tapi ayak saya tetap berdoa dan tabah atas segala cobaan yang telah diterimanya. Saya doakan sayja semoiga doa ayah saya bisa dikabulkan. Bahagianya jika orang tua saya dagangannya laku semua dan bisa membayar sekolah saya, sekolah adik saya, dan membayar listrik dan air. Dan juga bisa mencukupi makan sehari-hari. Demi keluarga kami, ayah saya dan ibu saya jadi merasakan Bahwa jadi orang tua itu tidak mudah. Saya ingin bahagiakan orang tua saya.

Tentang RumahMatahari

graduated
Pos ini dipublikasikan di Karya Mereka. Tandai permalink.

Satu Balasan ke Mereka Becerita tentang Keluarga…

  1. sangperempuan berkata:

    Capung, begitulah masyarakatmu menyebut hewan itu. Sesekali ia terbang di atas aliran yang tenang, mencelub-celubkan ekornya pada permukaan air. Entah sampai kapan ia begitu karena tak ada seorang pun yang sempat mengamatinya.atau barangkali bagi masyarakat itu adalah bahasa alam yang tak perlu diamati karena sudah begitulah perlakunya sejak masyarakatmu mengerti bahwa hewan macam itulah yang bernama capung.

    Seperti capung, manusia juga begitu. Sesekali ia terbang dengan sayap pemikiran yang ditekuni, lalu mencelub-celubkan pikirannya pada wacana lain selain yang biasa ia tekuni. Entah sampai kapan manusia akan selalu seperti itu, tak ada makhluk lain yang memperhatikan, atau manusia tidak tahu bahwa ada makhluk lain yang memperhatikan. Yang yang terakhir itulah yang tepat, karena aku bukanlah malaikat yang sedang menulis Catatan Harian Malaikat Rakib-Atid.

    Meski aku tak pernah melihat, meski aku tak pernah mendengar, tetapi ayat suci mengkisahkan malaikat-malaikat itu. Malaikat yang selalu mengamati tiap gerak-gerik tingkahku. Capungpun tidak menyadari bahwa ternyata engkau memperhatikannya. Mengamati kesehariannya, terbang lalu hinggap di permukaan air, terbang lagi, dan seterusnya. Begitulah redaksimu pada cerpen yang engkau tulis. Namun jika kita menjadi capung, mungkin kita akan meyakini kalau manusia memperhatikan kita, sebagaimana kita meyakini kalau malaikat memperhatikan kita.

    Jika aku menjadi capung, terkadang ingin juga sesekali menyelam ke dalam air. Atau terbang melesat jauh ke angkasa, atau bahkan berdiam diri di tempat tidur manusia. Aku ingin merasakan menjadi ikan, jet, dan manusia. Sama halnya denganku saat ini, manusia yang ingin menjadi singa, ular, elang, atau binatang buas lainnya. Sesekali menjadi buas, di tengah-tengah suasana dunia yang sudah menjadi buas ini.

    Tetapi itu cuma mimpi, capung takkan dapat menjadi ikan, manusia takkan dapat menjadi singa, aku takkan dapat menjadi engkau. Engkau takkan dapat menjadi aku. Betapa abstraknya mimpi. Tetapi aku suka.

    Terpotong…oleh panggilan seseorang, yang menegurmu karena hari ini tidak masuk. Tidak ada pergantian jam Sayang. Sebaiknya engkau mencoba mengerti, bahwa engkau pun takkan bisa menjadi capung, yang bebas terbang tanpa tertabrak lampu merah, Banjarnegara-Tegal menjadi mudah saat engkau menjadi capung. Namun sekali lagi engkau seorang guru, sebagaimana aku.

    Syukuri apa yang ada, hidup adalah anugerah…
    Jangan menyerah…jangan menyerah… seperti anak-anak itu…

    Sekolah, 021120090925

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s